makassar tidak kasar, review seorang blogger makassar
- 23 August, 2010 //
- review //
- 2 Comments
kalimat makassar tidak kasar menjadi bahan pembicaran yang cukup menarik dalan tudang sipulung komunitas di makassar sebagai rangkaian dari kegiatan pesta bloggers 2010, berikut beberapa ulasan dari kegiatan itu yang sempat terekam di otakku, serta sedikit pandangan dan usulan yang tak sempat saya paparkan dalam forum tersebut karena penyakit lamaku kambuh lagi *maklumlah plegmatis bukannya sanguins*
pencitraan negatif terhadap kota makassar tak lepas dari peranan media, baik media cetak atau media elektronik, sebagai seorang mahasiswa dengan program studi jurnalistik, saya merasa cukup bingung, mengingat inti dari kegiatan jurnalistik adalah pemberitaan, dan bagaimana kalau pemberitaan tersebut malah memberikan pencitraan negatif dari kota yang menjadi tempat kejadian pemberitaan tersebut. kemudian saya teringat dengan suatu istilah yang sering saya dengar sewaktu tidak tertidur dalam ruang kuliah, yaitu “gate keeping” dimana adanya kegiatan untuk “menyaring pemberitaan” yang dilakukan oleh gate keeper.
sebaiknya penulisan judul berita di media cetak sebaiknya sedikit diperbaiki, semisalanya “mahasiswa makassar membakar ban” menjadi “mahasiswa di makassar membakar ban” ujar pencetus tema makassar tidak kasar yang pada kegiatan tudang sipulung tersebut mengenakan T-shirt putih bertuliskan makassar tidak kasar, menurutnya hal tersebut cukup membantu untuk menyatakan bahwa makassar tidaklah kasar.
menurut saya dan beberapa orang yang duduk semeja denganku, makassar tidaklah kasar, tetapi tegas, dan perlu diketahui juga alasan orang menyebutkan bahwa makassar itu kasar, sebagai contoh apabila mereka mengasumsikan makassar itu kasar dari nada bicara antar orang makassar, maka mereka itu keliru, karena hal itu dipengaruhi oleh faktor geografis wilayah makassar yang wilayahnya berbatasan dengan lautan, dan sebagaimana yang saya ketahui dari mata kuliah kajian masyarakat maritim, bahwa pada umumnya masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir memiliki karakteristik yang berbeda dengan masyarakat yang bermukim di daerah pegunungan, info lebih jelasnya silahkan memprogram mata kuliah kajian masyarakat maritm *ciee promo mata kuliah*
makassar kasar sudah menjadi sterotipe orang lain terhadap makassar, maka sudah sepantasnyalah kita sebagai orang makasar menghapus sterotipe tersebut dari kepala orang lain yang bukan berasal dari makassar, sebagai seorang netters serta sebagai pengguna jejaring sosial dan apalagi sebagai orang makasar janganlah sekali kali merusak citra kota kelahiranmu dimata dunia hanya kerena alasan keegoisanmu sendiri.
apa yang bisa saya lakukan ?
menghujat kota makassar atau kota lainnya di jejaring sosial atau di situs situs lainnya adalah hal yang sangat tercela, untuk itu saya mengajak kawan kawan para netters yang sempat membaca tulisan ini untuk kembali
budayakan membaca sebelum mencentang
apa yang dibaca dan apa yang dicentang, yang saya maksud disini adalah term of reference dari situs jejaring sosial atau situs lainnya tempat anda mempublish sesuatau. mengapa saya mengajak kawan kawan untuk membaca sebelum mencentang, karena menurut pendapatku para netters yang mencela sesuatu di internet, baik orang ataupu daerah. mereka sebenarnya khilaf dikarenakan mereka sudah merasa satu dengan situs favoritnya tersebut sehingga kadang melupakan aturan mainnya atau bahkan sama sekali tidak tahu dengan aturan main tersebut. karena dalam TOR tersebut sudah dituliskan tentang apa yang diperbolehkan dan hal yang dilarang tetapi kadang hal tersebut diacuhkan sehingga terjadilah hal yang tercela tersebut.
karena sudah merasa tahu atau sok tahu, kadang hal hal seperti dibawah ini terjadi
ketika mendaftar di situs jejaring sosial anda langsung mengisi form dan mencentang box yang ininya “i have read….bla bla bla” dan kemudian mengklik icon next
ketika mendapati tampilan term of reference, anda segera menggerakkan scroll ke arah bawah dan mencari kotak untuk dicentang dan mengklik icon next
setelah bergabung dengan situs tersebut, anda tidak pernah lagi mengunjungi halaman TOR
ketika melihat halaman TOR, anda segera mengalihkannya ke halaman lain
perlu kawan kawan ingat, bahwa dengan mencentang berarti kawan kawan menyetujui peraturan yang ditetapkan di situs tersebut, semoga dengan semakin banyak orang yang berkenan untuk membaca dan mematuhi TOR, maka tindakan seperti mencela kota makassar di ruang publik khususnya internet akan semakin berkurang
dan dengan tulisan ini juga saya mengajak kawan kawan untuk
mari membaca dan mematuhi term of reference
best regards
- syahrul -
to mangkasarak
Incoming search terms for the article:
definisi masyarakat maritim | kajian masyarakat maritim | defenisi masyarakat maritim | pengertian tudang sipulung |
Related posts:


KERENN KAK !! KEREN !!
[Reply]
admin Reply:
September 8th, 2010 at 12:27 pm
[Reply]